Home » » Dua Cara Mengatasi Masalah Kelistrikan Thunder

Dua Cara Mengatasi Masalah Kelistrikan Thunder

Dua Cara Mengatasi Masalah Kelistrikan Thunder - Ada banyak masalah mengenai motor, diantaranya masalah kelistrikan, mulai dari jalur accu, KOIL, CDI, SPUL, KIPROK dan jalur-jalur listrik yang lainnya termasuk bagian-bagian yang tersambung di bagian-bagian kelistrikan tersebut, dengan demikian kita harus mengetahui jalur manakah yang harus kita benahi dan kita cek supaya pembenahan tersebut tidak gagal total atau gatot. berikut dua referensi yang saya ambil tulisannya dari blog sahabat yang sengaja saya kopas untuk saya bagikan bagi yang membutuhkan info seperti ini. Mudah-mudahan saja sobat blogger yang saya ambil artikelnya tidak merasa di rugikan. Dan bagi anda yang membutuhkan artikel dan info tentang kelistrikan moto thunder anda bisa mengunjungi link berikut

Sumber tulisan : https://mochyuga.wordpress.com/2012/09/28/howto-memaksimalkan-sistem-pengisian-kelistrikan-thunder-125-hanya-bermodal-5-000-rupiah/

GAMBAR:










HOWTO : Cek Perangkat Kelistrikan Thunder 125, Biar Ga Galau !


suzuki-thunder-125
Pemilik Suzuki Thunder 125, terutama tahun produksi 2004-2005 yang tidak memiliki kick-starter kerapkali mengalami masalah dengan kelistrikannya, yaitu pengisian kurang sehingga aki cepat tekor dan sulit distarter. Secara umum, yang kena judge pasti perangkat pengisiannya diantaranya sepul dan kiprok, tapi karena keduanya merupakan perangkat yang saling terhubung satu sama lain maka cukup sulit untuk menentukan bagian mana yang rusak. Kalaupun mau mengganti tentu banyak yang keberatan untuk menggantu keduanya sekaligus, karena harga kedua part tersebut cukup mahal. Jadi, bagaimana caranya menentukan part mana yang mengalami kerusakan?
Kali ini saya berbagi cara-cara mengecek perangkat kelistrikan Suzuki Thunder 125, cara-cara tersebut dikutip langsung dari service manual Suzuki Thunder 125. Pengecekan ini bisa dilakukan sendiri di rumah, asalkan ada perangkat pocket tester atau multimeter (AVOmeter).
1. Pemeriksaan Hasil Pengisian
Hidupkan mesin dan tahan pada putaran mesin 5000 rpm.
Dengan pocket tester / multimeter, ukur tegangan DC antara kutub batere/aki positif dan negatif.
pengisian
Bila nilai tegangan berada dibawah 13,5 volt atau diatas 16 volt, periksa unjuk kerja generator AC (sepul) tanpa beban dan regulator/rectifier (kiprok).
2. Unjuk Kerja Generator AC Tanpa Beban
Lepaskan sambungan / soket ketiga buah kabel dari terminal generator AC (sepul).
Hidupkan mesin dan tahan pada putaran 5000 rpm. Dengan pocket tester, ukur tegangan AC di ketiga kabel.
sepul
Bila tegangannya dibawah 70 volt, artinya generator rusak.
3. Regulator / Rectifier
Gunakan pocket tester (skala x 1K ohm), ukur nilai tahanan diantara kabel-kabel sesuai tabel berikut.
kiprok
ket :
M = kabel merah
H/P = kabel hitam strip putih
H = kabel hitam
Bila tahanan tidak sesuai, ganti regulator / rectifier (kiprok).

Itu adalah cara-cara pengecekan berdasarkan buku manual servis Suzuki Thunder 125 keluaran Suzuki. Tapi pada prakteknya ada beberapa hal yang jadi penyebab dari kurangnya pengisian,dah hal-hal ini terkadang terlihat sepele tapi sangat berpengaruh pada proses pengisian pada Thunder 125. Hal-hal tersebut diantaranya :
1.Cek kebocoran arus di kabel bodi
Selain pengecekan komponen-komponen pengisian, kabel bodi juga harus dicek kondisinya, apakah ada bocor arus atau tidak. Gejala bocor diantaranya adalah voltase aki turun jika motor didiamkan dalam waktu yang lama, padahal hasil pengecekan diatas tidak menunjukkan gejala abnormal, dengan kata lain kondisi sepul, kiprok, dan aki masih bagus. Cara pengecekan kebocoran aki adalah sebagai berikut :










Sumber: Motorplus
Sumber: Motorplus

Posisikan kunci kontak di Off, copot kabel negatif aki, ukur menggunakan multitester pada posisi mili ampere (mA). Kabel hitam tester ke kutub negatif aki dan kabel merah tester ke kabel negatif, jika hasil pengukuran lebih dari 0,01 mA maka dipastikan ada kebocoran arus di area kabel bodi. Solusinya adalah pengecekan komponen-komponen kelistrikan dengan cara melepas soket satu persatu sambil tetap diukur kebocorannya hingga ditemui part mana yang menimbulkan kebocoran paling besar. Solusi terakhirnya adalah dengan mengganti kabel bodi dengan yang baru.
2. Kondisi dan kebersihan sekering
Fungsi sekering Thunder 125 sangat krusial karena posisinya ada di jalur pengisian juga, jika kondisi sekering kotor atau berjamur maka pengisian dari kiprok ke aki juga jadi kurang maksimal dan aki cepat tekor juga. Cek kondisi sekring dan soketnya, jika sudah tidak bagus segera ganti, jika kotor segera bersihkan dengan cara disemprot menggunakan penetran. Tips dari beberapa rekan saya, sebaiknya sekring standar yang tipe tabung diganti menggunakan sekring gepeng /sekring kotak karena lebih awet dan tahan guncangan. Tapi usahakan soket sekringnya menggunakan yang bagus agar tidak mudah meleleh, gunakan soket tipe keramik agar awet dan mengurangi resiko kerusakan.
3. Kondisi kabel-kabel dan soket
Periksa kondisi kabel-kabel dan soket dari keluaran sepul, karena posisinya dibawah tangki seringkali soketnya kotor, segera bersihkan. Selain itu terkadang saat kita membongkar pasang bodi/tangki kabel dari sepul ini sering tertarik-tarik, maka dari itu cek juga kondisi kabel di bagian soketnya, jika hampir putus segera perbaiki. Selain kabel dan soket dari sepul, cek juga kabel dan soket dari kiprok. Pengecekannnya sama, bersihkan dan perbaiki jika hampir putus. Pengecekan ini bisa menghemat biaya daripada mengganti unit sepul atau kiprok secara utuh, tentunya dengan catatan kondisi sepul dan kiproknya sudah dicek terlebih dahulu dan hasilnya masih sesuai standar diatas.
4. Kondisi kutub aki dan kabelnya
Perhatikan kondisi kebersihan kutub aki, jika ada serpihan-sepihan putih segera bersihkan dengan air panas, olesi dengan vet/gemuk agar sebuk putih di kutub aki tidak muncul lagi. Untuk perawatan, semprot dengan penetran tapi jangan terlalu banyak. Selain itu cek juga kondisi soket dan kabel yang terpasang ke aki, terkadang kabel merah besar yang terpasang ke aki putus atau hampir putus dari terminalnya karena sering dibongkar pasang, perbaiki segera jika kondisinya hampir putus
5. Kondisi perangkat elektrik starter
Selain masalah pengisian, masalah starter juga menjadi penyebab susah starter di Thunder 125. Tapi sebelumnya cek dulu ciri-ciri kerusakan di perangkat elektrik starter, yaitu biasanya mesin susah menyala saat menggunakan elektrik starter tapi kondisi klakson, sein dan lampu depan masih bisa menyala dengan baik.
Pengecekan kondisi perangkat elektrik starter ada beberapa kondisi :
– Starter menyala dan dinamo berputar tapi tidak kuat menyalakan mesin. Hal ini biasanya disebabkan dari kurangnya tegangan dari aki atau kondisi brush dinamo sudah habis. Cek pengisian dan cek juga kondisi brush dengan cara membongkar dinamo starter, untuk pengecekan dan pembongkaran dinamo starter lebih baik serahkan pada ahlinya
– Dinamo starter tidak berputar tapi terdengar bunyi “ctek” di area bawah jok depan. Kondisi ini menandakan bendik starter masih bagus tapi kondisi aki sudah sangat lemah atau dinamo starternya yang sudah rusak, charge ulang aki dan cek lagi starternya, jika masih sama kondisinya maka lebih baik dinamo starternya diganti saja
– Tidak ada suara sama sekali saat elektrik starter dinyalakan. Sebelumnya cek dulu sein, klakson dan lampu depan jika masih bisa menyala dengan baik bisa jadi bendik starternya sudah rusak, jika tidak cek kondisi kabel-kabel di dalam panel sakelar kanan setang, buka panel sakelarnya lalu cek kondisi kabelnya terutama kabel tombol starter dan engine cut-off, jika ada yang putus segera perbaiki atau sekalian ganti saja panel sakelarnya. Jika saat pengecekan sein dan klakson menyala tapi lampu depan tidak menyala, cek soket dari panel sakelar setang sebelah kanan, posisi soketnya biasanya dibawah tangki tapi di beberapa tipe Thunder ada yang posisinya di dalam batok lampu, betulkan jika soketnya longgar atau ada kabel yang putus. Jika saat pengecekan sein dan klakson semuanya tidak hidup, cek kondisi sekring, ganti dengan yang baru lalu cek Lagi 


GAMBAR:

HOWTO : Memaksimalkan Sistem Pengisian Kelistrikan Thunder 125, Hanya Bermodal 5.000 Rupiah !


Sebagian pemilik Suzuki Thunder 125, terutama yang tipe lama (2004-2006) tanpa kick starter seringkali mengeluhkan bahwa kelistrikan bawaan standar mudah lemah, apalagi dengan peraturan sekarang yang mewajibkan lampu on di siang hari makin membuat kelistrikan bekerja keras mensupply listrik terus menerus. Yang menjadi kekhawatiran utama adalah ketiadaan kick starter yang membuat proses menyalakan motor murni mengandalkan elektrik starter, yang mensyaratkan kondisi aki selalu dalam kondisi prima. Banyak tips2 bertebaran mengenai cara mengakali pengisian Thunder agar lebih maksimal, diantaranya dengan mengganti atau menggulung ulang sepul agar output listriknya lebih besar, mengganti atau memasang dobel kiprok agar listrik yang dikeluarkan dari kiprok lebih besar, memasang capasitor-bank, dan lain-lain. Well, tips-tips tersebut cukup memakan biaya yang mahal karena part-part yang diganti dan dipakai harganya tidak murah. Beruntung, saya mendapat satu tips dari sebuah forum online yaitu Kaskus  Thunder Riders di situs kaskus.co.id, seorang user dengan ID komenisme memberikan saran yang cukup menarik karena biaya yang dikeluarkan tidak mahal. Berikut tipsnya :
1. Pertama musti dipahami dahulu jalur kelistrikan dari Thunder itu sendiri. Thunder menganut sistem kelistrikan tipe DC, dimana sepul seluruhnya mensupply untuk pengisian sementara arus untuk lampu depan mengambil dari aki. Output kiprok adalah 2 kabel yang diantaranya positif dan negatif yang diarahkan untuk mengisi aki dan menyokong perangkat kelistrikan lainnya. Sayangnya, output dari kiprok ini “berputar-putar” dahulu sebelum masuk ke aki, sehingga ada sedikit potensi arus yang terpakai ke perangkat kelistrikan lain sebelum masuk ke aki, yang menyebabkan pengisian ke aki jadi kurang maksimal.
2. Setelah ditelusuri tidak ada jalur yang berpotensi mengganggu kelistrikan terutama pengapian jika jalur output dipindahkan, CDI (atau lebih tepatnya TCI) masih mengambil sumber dari aki. Kabel output kiprok hanya sempat “mampir” ke jalur kunci kontak dan lampu.
3. Mulai menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, diantaranya sebuah soket untuk menggantikan soket yang sebelumnya dipasang diantara kabel output kiprok dan kabel bodi. soket tersebut berwarna hitam dengan 2 kabel didalamnya, kabel merah dan kabel hitam. Setelah itu siapkan kabel secukupnya, usahakan ukuran dan tebal kawat sama dengan kabel bodi agar tidak terjadi gangguan. Terakhir siapkan soket penghubung untuk dipasang di terminal positif dan negatif aki. Rangkai bahan-bahan tersebut menjadi seperti gambar dibawah ini :
1
2
3
Modal untuk membeli bahan-bahan tersebut hanya sekitar 5000 rupiah dan kita bisa merangkainya sendiri di rumah, atau jika  tidak bisa atau tidak mau repot bisa minta dirangkaikan di toko elektronik tempat kita membeli bahan-bahan tersebut, totalnya paling menjadi 10000 atau 15000, masih murah kan?
Rangkaian ini dipasang diantara kiprok dan aki. Jadi soket putih yang sebelumnya tersambung dengan kabel bodi, dicabut dan dipasang ke rangkaian ini untuk selanjutnya dipasang ke aki. Jangan sampai terbalik dalam pemasangan, kabel merah dari output kiprok terhubung dengan terminal positif aki, sementara kabel hitam terhubung ke terminal negatif aki. Done.
Jadi apa kelebihan dan kekurangan dari memasang rangkaian ini?
Kelebihannya, supply arus listrik dari kiprok sepenuhnya masuk ke aki, sehingga pengisian aki pun lebih maksimal. Selain itu, rangkaian ini juga memberi kemudahan jika suatu saat terjadi trouble, soket output dari kiprok tinggal dikembalikan ke soket kabel bodi yang sebelumnya terhubung ke soket output kiprok, karena soket ini tidak memutus kabel bodi maupun kabel kiprok, praktis kan?. Satu lagi kelebihannya, yaitu harganya murah hehehe
Kekurangannya, sejauh ini tidak ada. Pertama kali saya memasang rangkaian ini memang sempat terjadi suatu hal yaitu terminal aki dipenuhi serbuk putih, kurang yakin juga apakah disebabkan karena pengisian arus terlalu berlebihan atau karena penyebab lain, tapi setelah diberi vet masalah itu tidak muncul lagi, kondisi aki dan air aki pun masih normal-normal saja. Sekarang arus listrik pun bisa “dibuang” ke bohlam lampu depan yang memiliki spek 55/60W, 2 kali lipat dari standarnya, karena motor saya sudah mencopot beberapa part yg memakan arus listrik diantaranya spidometer standar (diganti spido aftermarket dengan 1 lampu saja untuk background), lampu rem (diganti menggunakan lampu rem tipe led), lampu sein (diganti dengan lampu sein aftermarket dengan watt lebih kecil).
Selamat mencoba :D
*Untuk diingat : Pencetus trik ini yaitu bro Amar Fauzi atau bro Komenisme telah meninggal dunia pada 5 September 2013. Semoga ilmu yang bermanfaat ini jadi ladang amal bagi beliau, aamiin. Ride In Peace, Bro !!



Demikian dua buah artikel sebagai referensi untuk anda. Sumber: https://mochyuga.wordpress.com/2013/02/15/howto-cek-perangkat-kelistrikan-thunder-125-biar-ga-galau/

Dua Cara Mengatasi Masalah Kelistrikan Thunder


5 komentar:

  1. Adduuhh Kang kalau saya biasanya paling langsung kebengkel...ga sanggup saya kangggg..ahaha

    BalasHapus
  2. wah beneran pinter soal kelistrikan thunder si akang mah euy...saya ngga punya thunder nya atuh kang

    BalasHapus
  3. sementara nyimak dulu kang sambil belajar, belum pernah oprek-oprek motor soalnya :)

    BalasHapus
  4. KAlu motor saya mogok ujung-ujungnya saya harus ergi ke bengkel, karena saya tdk memiliki skil tentang kelistrikan motor. biarlah tukang bengkel yang memperbaikinya, dr pada salah

    BalasHapus
  5. sya cm punya mtor bebek. gmn donk..????
    hehehe....

    btw, post nya brmnfaat nih mas. psti bnyak yg membutuhkan. saling berbagi ilmu adalah kebaikan. jd ttp smngat kawan...

    BalasHapus

Sempatkan Waktu Untuk Berkomentar
Komentar anda salah satu penunjang keberlangsungan blog ini.
WARNING!!!! jangan meninggalkan link hidup/Spam,Atau sejenisnya.
Terima kasih atas supportnya.

Random post

Entri Populer

Archive