Home » » Pos Polisi Kota Tasikmalaya Dilempar Bom

Pos Polisi Kota Tasikmalaya Dilempar Bom

Pos Polisi Kota Tasikmalaya Dilempar Bom-sungguh ironis nasib teroris yang mencoba akan meledakan pos polisi di tasikmalaya,dia meninggal dunia setelah aksi kejar-kejaran dengan polisi.Setelah melempar bom pelaku melarikan diri,dan ternyata bom rakitan yang dilemparkan tidak meledak,setelah mengetahui ada seorang yang mencurigakan dan melemparkan barang yang dicurigai sebagai bom rakitan polisi mengejar pelaku dan akhirnya sipelaku terpojok dan ditembak di tempat hingga meregang nyawa
Dan inilah berita selengkapnya yang saya kutip dari harian kompas tasikmalaya.

Gambar Kompas.com
Sesuai data yang berhasil dihimpun Kompas.com, seperti dari saksi mata di lokasi kejadian dan pihak kepolisian setempat, kronologi penyerangan bom rakitan Pos Polisi Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, adalah sebagai berikut: 
Senin (13/5/2013) sekitar pukul 19.00, pos polisi lalu lintas di Perempatan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, didatangi seorang pelaku menggunakan sepeda motor dan berhenti di depan pos. Namun, ada seorang saksi mata di lokasi kejadian yang melihat pelaku datang bersama seorang temannya dengan berboncengan. 

Pelaku yang diperkirakan berumur 20 tahun dengan tinggi sekitar 160 sentimeter menggunakan jaket hitam, celana panjang jins, dan kaus putih berjalan menuju pos dan melemparkan sebuah benda mirip termos kecil ke dalam pos. 
Di dalam pos tengah berjaga dua orang petugas Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, yaitu Aiptu Wijartono dan Brigadir Wahyu. Kedua petugas langsung keluar pos, dan mengejar pelaku yang lari ke arah timur dengan cara berlari dan meninggalkan motornya. 

Kedua polisi pun mengejar pelaku yang terlihat berlari ke arah Jalan Cipedes 2, yang jaraknya sekitar 200 meter dari pos polisi. Mereka menggunakan dua motor.

Setibanya di Jalan Cipedes 2, pelaku masuk ke sebuah tempat parkir motor yang dikira pelaku sebagai sebuah gang untuk melarikan diri. Dengan bantuan warga setempat, polisi berhasil menemukan pelaku yang tengah bersembunyi. 
Saat kedua polisi bersama beberapa warga setempat akan menghampiri pelaku, ternyata pelaku tengah bersiap untuk menembak dengan menodongkan sebuah pistol rakitan sejenis FN. Namun, pistol pelaku tak meletus saat hendak ditembakkan ke arah kedua polisi dan warga. 

Aiptu Wijartono pun hendak menangkap pelaku, tetapi pelaku menjatuhkan pistolnya dan mengeluarkan sebilah golok yang kemudian membacok beberapa kali tubuh Aiptu Wijartono. Warga pun ketakutan dan sempat mundur bersama petugas polisi tersebut. 

 Melihat rekannya dibacok pelaku, Brigadir Wahyu langsung menembak pelaku dua kali dengan pistolnya sampai pelaku tersungkur bersimbah darah di lokasi. 
Brigadir Wahyu langsung membawa rekannya yang kritis ke rumah sakit menggunakan motor karena mengalami luka bacok di kepala, dada, dan tangan. Sementara pelaku dibiarkan di lokasi penembakan sampai akhirnya tewas. 

Sekitar pukul 22.30, tim Gegana Polda Jabar tiba di pos polisi lokasi pelemparan benda mirip bom untuk mengamankan benda tersebut. Gegana pun membawa benda tersebut ke Mako Polres Tasikmalaya Kota untuk diperiksa dan dijinakkan.

Hampir selama setengah jam, tim Gegana berhasil mengidentifikasi benda tersebut yang diketahui sebagai bom rakitan jenis pipa dengan detonator aktif berupa jam tangan. Tim Gegana pun berhasil menjinakkan bom tanpa harus diledakkan.
Sesuai keterangan kepolisian, mayat pelaku telah dibawa ke salah satu rumah sakit di Bandung untuk diotopsi guna kepentingan penyelidikan.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2013/05/14/09191578/Kronologi.Serangan.Bom.di.Pos.Polisi.Tasik


18 komentar:

  1. wah udah nekat banget pelaku bom nya y..kalau baca beritanya itu sama dengan bom bunuh diri, mendingan melawan sampe mati dari pada menyerah..perlu lebih waspada euy

    BalasHapus
  2. jaman udah aneh sekarang mah ya kang,
    kalau dipikir-pikir mah, apa untungnya ya brbuat bgitu ??
    jiwa2 yang labil sekarang mmang gampang trhasut sma yg bgituan,
    perlu prhatian dan menanamkan ksadaran dari smua

    BalasHapus
  3. makin nggak mana ya tanah air kita, Kang.
    semoga kita selalu aman dari segala marabahaya

    BalasHapus
  4. Saya juga miris kang,melihat kejadian akhir-akhir ini.apalagi terjadi didaerah saya,untungnya bukan orang daerah saya,alhamdulillah.

    BalasHapus
  5. sekarang kita harus waspada...

    BalasHapus
  6. waduh.. ahir ahir ini kejahatan makin meraja lela nih sob.. mungkin hukuman kurang berat kali ya, makannya masih banyak yang nekat.

    sebenarnya tujuannya apaan sih mereka para pelaku bom ini.. ? bingung saya jadinya hehehehe

    BalasHapus
  7. rasa nyaman semakin mahal harganya.

    BalasHapus
  8. pasti ada tujuan tertentu yah mas ? tmpat yg aman jdi dmna ? heheh :D

    pagi kang , numpang foolow ya biar jd partner yg baik

    BalasHapus
  9. mau jadi apa aksi pelempar bom itu? mau bunuh diri kok susah2, kan mending tiduran di rel KA.

    BalasHapus
  10. wah dah masuk ke daerah ya kang yang seperti ini, semoga tidak terjadi hal yang lebih parah lagi

    BalasHapus
  11. makin mengerikan saja kang kriminalitas kini

    BalasHapus
  12. ini memang kejadian yg sangat mengerikan sobat
    Terima kasih atas informasinya yg sagatt menarik juga sobat

    BalasHapus
  13. sekarang bom ada dimana mana ya sob... ampun dah..


    hehehe, thanks udah share sobat, maaf nihh jarang mampir ke blog sobat !!

    BalasHapus
  14. Astaghfirullah... Ini bisa kita jadikan contoh agar selalu berbuat baik. Tinggalkan perbuatan tercela pada saat baru ingin memikirkannya. Bener kan?

    BalasHapus
  15. Hmmm, nampaknya bomber2 itu masih berkeliaran dan masih ada kejadian2 lagi.

    BalasHapus
  16. Hahaha..namanya menungso (menung2 ora ngeroso). Berpikir sepihak....Tapi kalau dipikir Kang teroris tuh sayang sama masyarakat kecil.....karena yang jadi sasaran biasanya orang atas.....Kan belum ada terjadi bom di warteg...n sekenisnya....

    Walau saya tak suka dengan gaya teroris,tapi saya ga takut ketimbang dengan maraknya kekerasan perampokan,pembegalan...dan koropsi yang tak pandang bulu sasarannya....ini yang sangat meresahkan masyarakat kecil....

    Tapi kalau di pikir lebih dalam lagi....apa benar sakit perut di salahkan karena menyerang,tentunya ada sebab...sakit perut hanya akibat dari sebuah perbuatan.....

    Yang mesti kita pikirkan adalah aksinya agar reaksi tak terjadi,karena kalau aksinya dilupakan reaksi bukan akan redup tapi akan makin menjadi. Dalam segala perkara. Kalau di pikir lagi saya malah tambah makin tak mengerti...keadaan sekarang....dari pada bingung yah...mending tak ikut mikir yang pusing2.....

    Mending ikut jalan agama yang damai....nyaman...walau penuh tantangan....tapi tak mengorbankan orang lain,walau harus korban diri (bukan bom bunuh diri loh....)......

    Mari tanam padi biar dapat menuai padi,jangan mimpi tanam beratawali untuk menuai madu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah salut deh buat sobat,ada benernya juga yah,sipp sob.

      Hapus

Sempatkan Waktu Untuk Berkomentar
Komentar anda salah satu penunjang keberlangsungan blog ini.
WARNING!!!! jangan meninggalkan link hidup/Spam,Atau sejenisnya.
Terima kasih atas supportnya.

Random post

Entri Populer

Archive